Skip to main content

Mahram Dalam Islam • Aulia Izzatunisa

Hanya Mengingatkan :
Nah Saat Idul Fitri di masyarakat kita Indonesia yang beragam ini, kita harus hati-hati nih sama urusan salam-salaman.
*Kita harus paham siapa aja yg bukan mahrom yg kita GA BOLEH BERSENTUHAN ATAU BERSALAMAN dengan mereka.*

*⇩ Mahram kamu (untuk perempuan) adalah:*
1. Ayah
2. Kakek
3. Anak
4. Cucu
5. Saudara sekandung
6. Saudara seayah (beda ibu)
7. Saudara seibu (beda ayah)
8. Keponakan lelaki dari saudara/i kamu yg sekandung, atau yg hanya seayah, atau yg hanya seibu denganmu
9. Paman dari saudara ayah atau saudara ibu
10. Suami ibu (ayah tiri) atau mantan suami ibu (mantan suami yg pernah bersetubuh dgn ibu)
11. Anak lelaki suami yg dibawa dari pernikahannya sebelumnya dan anak lelaki dari mantan suami
12. Mertua atau mantan mertua
13. Menantu atau mantan menantu
14. Saudara sesusuan dan siapa saja yg merupakan mahram saudara sesusuanmu dari nasab dia, maka menjadi mahrammu juga

Untuk mahram laki-laki sama seperti poin di atas, hanya diganti perempuan semua (ibu, nenek, saudari sekandung, dst).

*■ Nah SELAIN DARI POIN 1-14... itu BUKAN mahram kamu.* Mereka ga boleh bersentuhan dan bersalaman dgn kamu, ga boleh liat aurat kamu, dan ga boleh nemenin kamu safar.

*_CATATAN_*
*❗Sepupu bukan mahram*
*❗Ipar bukan mahram*
*❗Anak angkat atau anak asuh bukan mahram*
*❗Ayah angkat bukan mahram*
*❗Suaminya tante (suami dari saudarinya ibu atau ayah) juga bukan mahram
-----------------------📝

Jadi kalo besok idul fitri, antum (anda) ketemu *sama lelaki/wanita SELAIN DARI POIN 1-14 dan yg disebut dlm CATATAN di atas ini,  Antum DILARANG berjabat tangan, Na'am (yaa).*

Limaza ..❓( kenapa ? )
Karena Rasulullah ﷺ bersabda:
‎لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

*"Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya."* (HR. Thobroni)

Kadang sebagian orang merasa "ga enak" kalau ga jabat tangan dengan lawan jenis bukan mahramnya..
Tapi anehnya, dia tidak merasa "ga enak" saat melanggar perintah Rosululloh..

Hayya Bina !!!
saatnya introspeksi, ubah pola pikir kita, tentukan sendiri pilihan kita :

➡ Pilih "ga enak" sama manusia, atau "ga enak" sama Rasulullah Shallalahu 'Alaihi wasallam..❓
➡ Pilih ridho manusia, apa pilih ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala.. ❓
➡ Pilih merasa "aman" di dunia yg sesaat, atau "aman" di akhirat yg kekal abadi.. ❓

Semoga keluarnya kita dari Ramadhan tahun inii menjadi hamba Allah yang bertakwa, aamiin

Berhasilnya Ramadhan kita, kita makin takut dengan azab Allah bukan azab manusia, Na'am
Karena azab manusia hanya sebentar sementara azab Allah itu kekal abadi, Nauzubillah min zhalik..

Ada perubahan dalam diri kita mengenai ajaran Dienul Islam, Na'am

Tandanya antara lain :
- Mudah melakukan perubahan ketika terdapat dalil dari Al Qur'an wa Sunnah yang dipahami oleh para Sahabat.
- Mudah menerima nasehat kebaikan untuk mendekat kepada Allah dan mengikuti Sunnah Rasulullah
- Mudah meninggalkan maksiat kepada Allah dan kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam
- Mudah meninggalkan Perbankan Konvensional ( Ribawi ) hijrah menuju Perbankan Syariah
- Mudah meninggalkan musik/ Nyanyian
- Mudah meninggalkan Rokok
- Mudah meninggalkan pakaian yg masih terlihat aurat ( wanita menggunakan celana panjang seperti lelaki )
- Mudah meninggalkan rapat ketika terdengar azan berkumandang

Semoga kita termasuk orang orang yg terpilih oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjadi orang terbaik pilihanNya, dan nantinya dipertemukan Allah di Jannah, aamiin

Akhirnya tak lupa dan tak bosan bosannya dan tetep istiqomah untuk menyampaikan, mengingatkan, mengajak dan mendakwahkan :

Comments

Popular posts from this blog

Larangan Mensholatkan Orang Munafik

"Ketika Abdullah bin Ubay meninggal dunia. anak laki-lakinya -yaitu Abdulah bin Abdullah- datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya memohon kepada beIiau agar sudi memberikan baju beliau kepada Abdullah untuk kain kafan ayahnya, Abdullah bin Ubay bin Salul. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberikan bajunya kepada Abdullah. setelah itu, Abdullah juga memohon Rasulullah agar beliau berkenan menshalati jenazah ayahnya. Kemudian Rasulullah pun bersiap-siap untuk menshalati jenazah Abdullah bin Ubay, hingga akhirnya Umar berdiri dan menarik baju Rasulullah seraya berkata, "Ya Rasulullah, apakah engkau akan menshalati jenazah Abdullah bin Ubay sedangkan Allah telah melarang untuk menshalatinya?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan pilihan kepadaku." Lalu beliau membacakan ayat yang berbunyi; "Kamu memohonkan ampun bagi orang-orang mu...

Tehnik Penjajah Yang Diadopsi

Membuat aturan (Ordonansi/undang-undang) penceramah atau guru agama Islam adalah salah satu nasehat Snouck Hurgronje terhadap pemerintah Hindia Belanda untuk mengendalikan sistem pendidikan Islam di Indonesia. Pendidikan Islam dianggap penting karena dikhawatirkan melahirkan generasi-generasi pemimpin Islam yang terdidik dan umunya anti penjajah. Dengan asumsi tersebut, pendidikan Islam dinilai sebagai ancaman keberlangsungan misi penjajahan & pengkristenan Nusantara. Ordonansi ustadz pertama kali dikeluarkan pada 1905 mewajibkan setiap ustadz (guru Agama Islam) untuk meminta dan memperoleh izin terlebih dahulu, sebelum melaksanakan tugasnya. Ordonansi guru pada 1905 ini, dinyatakan berlaku untuk Jawa Madura kecuali Yogyakarta dan Surakarta. Isi dari ordonansi ini di antaranya: 1. Seorang ustadz baru boleh mengajar bila sudah mendapat izin dari Bupati. 2. Izin tersebut baru diberikan bila ustadz tersebut jelas-jelas bisa dinilai sebagai orang baik, dan pelajaran yang diberikann...

Bolehkah Meyakini Bahwa Non Muslim Adalah Kafir

HARUSKAH MEYAKINI NON MUSLIM KAFIR...? . Meyakini non muslim kafir adalah ajaran Islam, jadi tidak mungkin orang yang berakal dan beragama menganggapnya sebagai intoleran. Intoleran itu apabila kita berbuat zalim kepada mereka, adapun meyakini serta mengamalkan ajaran Islam tentu bukan suatu kezaliman sedikit pun. Bahkan Allah ta'ala menamakan satu surat "Al-Kafirun" dan Allah ta'ala perintahkan Nabi shallallaahu'alaihi wa sallam untuk menyatakannya di depan semua non muslim, yaitu semua orang yang menyembah selain-Nya, قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ، لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ، وَلَآ أَن...