Skip to main content

Nastar Jagung - Marimasak

NASTAR Jagung

• Marimasak
.
Bahan:
100 gram margarin
150 gram mentega/butter
2 butir kuning telur
50 gram gula pasir (saya gula kastor)
1 sdt vanilla extract
300 gram tepung terigu serba guna
50 gram tepung maizena
20 gram susu bubuk
.
Olesan:
2 buah kuning telur
2 sdm minyak canolla (bisa pakai minyak sayur yg lain)
1/2 sdt susu kental manis
.
Cara membuat:
🍥 Mixer gula, vanillla ekstrak, mentega, margarin dan kuning telur, kurang lebih 1 menit >jangan terlalu lama mixernya nanti nastarnya melebar saat dipanggang.
🍥 Masukkan tepung terigu, tepung maizena dan susu bubuk, aduk dengan spatula kayu sampai rata.
🍥 Ambil adonan kurang lebih 3 sdm lalu beri warna hijau daun, secukupnya saja
🍥 Ambil adonan nastar tanpa warna sebesar 1 sdt lalu beri isian
🍥 Bentuk bulat lonjong, bagian atas lebih besar dari bagian bawah
🍥 Lalu kerat2 dengan punggung pisau (saya pakai punggung pisau buah)
🍥Ambil sedikit adonan hijau pilin2 bagi 2, pipihkan
🍥tempel di bagian atas samping nastar, rapikan
🍥 Susun di dalam loyang, sebelumnya olesi loyang dengan margarin, tipis2 saja. Lalu oven dengan suhu 150℃ selama 30 menit, sesuaikan dengan oven masing2 ya.
🍥Keluarkan dari oven, biarkan dingin, baru di oles bahan olesan.
Saya oles 1x saja. Diamkan kurang lebih 5 menit agar permukaan olesan sedikit asat/mengering.
🍥Lalu oven kembali dengan suhu 100℃ selama 10-15 menit atau sampai olesan kering dan mengkilap. Angkat, dinginkan lalu simpan.
.
Note : Jadi sekitar 55 buah ya. Sekitar 1 1/2 toples 500 gram.
.
#resep #resepmasakan #resepmakanan #resepyummy #resepmasakanindonesia #resepdapur #resepmasakannusantara

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Larangan Mensholatkan Orang Munafik

"Ketika Abdullah bin Ubay meninggal dunia. anak laki-lakinya -yaitu Abdulah bin Abdullah- datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya memohon kepada beIiau agar sudi memberikan baju beliau kepada Abdullah untuk kain kafan ayahnya, Abdullah bin Ubay bin Salul. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberikan bajunya kepada Abdullah. setelah itu, Abdullah juga memohon Rasulullah agar beliau berkenan menshalati jenazah ayahnya. Kemudian Rasulullah pun bersiap-siap untuk menshalati jenazah Abdullah bin Ubay, hingga akhirnya Umar berdiri dan menarik baju Rasulullah seraya berkata, "Ya Rasulullah, apakah engkau akan menshalati jenazah Abdullah bin Ubay sedangkan Allah telah melarang untuk menshalatinya?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan pilihan kepadaku." Lalu beliau membacakan ayat yang berbunyi; "Kamu memohonkan ampun bagi orang-orang mu...

Tehnik Penjajah Yang Diadopsi

Membuat aturan (Ordonansi/undang-undang) penceramah atau guru agama Islam adalah salah satu nasehat Snouck Hurgronje terhadap pemerintah Hindia Belanda untuk mengendalikan sistem pendidikan Islam di Indonesia. Pendidikan Islam dianggap penting karena dikhawatirkan melahirkan generasi-generasi pemimpin Islam yang terdidik dan umunya anti penjajah. Dengan asumsi tersebut, pendidikan Islam dinilai sebagai ancaman keberlangsungan misi penjajahan & pengkristenan Nusantara. Ordonansi ustadz pertama kali dikeluarkan pada 1905 mewajibkan setiap ustadz (guru Agama Islam) untuk meminta dan memperoleh izin terlebih dahulu, sebelum melaksanakan tugasnya. Ordonansi guru pada 1905 ini, dinyatakan berlaku untuk Jawa Madura kecuali Yogyakarta dan Surakarta. Isi dari ordonansi ini di antaranya: 1. Seorang ustadz baru boleh mengajar bila sudah mendapat izin dari Bupati. 2. Izin tersebut baru diberikan bila ustadz tersebut jelas-jelas bisa dinilai sebagai orang baik, dan pelajaran yang diberikann...

Bolehkah Meyakini Bahwa Non Muslim Adalah Kafir

HARUSKAH MEYAKINI NON MUSLIM KAFIR...? . Meyakini non muslim kafir adalah ajaran Islam, jadi tidak mungkin orang yang berakal dan beragama menganggapnya sebagai intoleran. Intoleran itu apabila kita berbuat zalim kepada mereka, adapun meyakini serta mengamalkan ajaran Islam tentu bukan suatu kezaliman sedikit pun. Bahkan Allah ta'ala menamakan satu surat "Al-Kafirun" dan Allah ta'ala perintahkan Nabi shallallaahu'alaihi wa sallam untuk menyatakannya di depan semua non muslim, yaitu semua orang yang menyembah selain-Nya, قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ، لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ، وَلَآ أَن...