Skip to main content

Sate Ayam Mantap - Marimasak

SATE AYAM

Bahan :
Bahan Sate
250gr daging ayam (optional)
2 sdm margarin
Irisan jeruk nipis
Garam secukupnya
Gula secukupnya
Merica secukupnya
Tusuk sate secukupnya
Bakaran sate/teflon

Bumbu halus
3 bawang putih,cincang
3 bawang merah,cincang
1 cm kunyit,geprek
1 cm lengkuas,geprek
3 lembar daun jeruk
5 butir ketumbar
5 butir kemiri
3 cabe rawit,potong halus
1 cabe keriting (optional),potong halus
Air matang secukupnya

Bahan Saos Kacang
100gr kacang tanah
50gr gula merah,sisir
100ml-150ml air matang
2 sdm kecap manis
sejumput garam
Cabe secukupnya (optional)
》Sangrai kacang tanah
》Siapkan juicer,blender semua bahan hingga mengental,sisihkan.
》bisa juga ditumbuk/diulek manual
》boleh menggunakan saos instan,bebas

Cara membuat sate :
1. Bersihkan daging ayam,beri perasan jeruk nipis,sisihkan kurang lebih 15menit.
2. Siapkan panci,rebus ayam hingga setengah matang,sisihkan.
3. Siapkan teflon,gunakan api sedang,tumis semua bumbu halus menggunakan margarin,tambahkan air matang sedikit demi sedikit.
4. Apabila air sudah meresap,tambahkan garam,gula dan merica,tes rasa.
5. Apabila sudah harum,matikan kompor,sisihkan.
6. Panaskan bakaran sate.
7. Siapkan tusukan sate,tusuk sate sesuai selera,baluri semua dengan bumbu tumisan,diamkan kurang lebih 10menit/sampai bumbu meresap.
8. Bakar sate ayam diatas bakaran,dan sajikan dengan saos bumbu kacang sesuai selera.

Selamat mencoba😉

Note
》versi teflon
1. Gunakan api kecil,agar matang merata,saat menumis bumbu halus,masukkan ayam,masak hingga matang,tes rasa,angkat.
2. Tusuk ayam menggunakan tusuk sate sesuai selera,sajikan dengan saos bumbu kacang.

Comments

Popular posts from this blog

Larangan Mensholatkan Orang Munafik

"Ketika Abdullah bin Ubay meninggal dunia. anak laki-lakinya -yaitu Abdulah bin Abdullah- datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya memohon kepada beIiau agar sudi memberikan baju beliau kepada Abdullah untuk kain kafan ayahnya, Abdullah bin Ubay bin Salul. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberikan bajunya kepada Abdullah. setelah itu, Abdullah juga memohon Rasulullah agar beliau berkenan menshalati jenazah ayahnya. Kemudian Rasulullah pun bersiap-siap untuk menshalati jenazah Abdullah bin Ubay, hingga akhirnya Umar berdiri dan menarik baju Rasulullah seraya berkata, "Ya Rasulullah, apakah engkau akan menshalati jenazah Abdullah bin Ubay sedangkan Allah telah melarang untuk menshalatinya?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan pilihan kepadaku." Lalu beliau membacakan ayat yang berbunyi; "Kamu memohonkan ampun bagi orang-orang mu...

Tehnik Penjajah Yang Diadopsi

Membuat aturan (Ordonansi/undang-undang) penceramah atau guru agama Islam adalah salah satu nasehat Snouck Hurgronje terhadap pemerintah Hindia Belanda untuk mengendalikan sistem pendidikan Islam di Indonesia. Pendidikan Islam dianggap penting karena dikhawatirkan melahirkan generasi-generasi pemimpin Islam yang terdidik dan umunya anti penjajah. Dengan asumsi tersebut, pendidikan Islam dinilai sebagai ancaman keberlangsungan misi penjajahan & pengkristenan Nusantara. Ordonansi ustadz pertama kali dikeluarkan pada 1905 mewajibkan setiap ustadz (guru Agama Islam) untuk meminta dan memperoleh izin terlebih dahulu, sebelum melaksanakan tugasnya. Ordonansi guru pada 1905 ini, dinyatakan berlaku untuk Jawa Madura kecuali Yogyakarta dan Surakarta. Isi dari ordonansi ini di antaranya: 1. Seorang ustadz baru boleh mengajar bila sudah mendapat izin dari Bupati. 2. Izin tersebut baru diberikan bila ustadz tersebut jelas-jelas bisa dinilai sebagai orang baik, dan pelajaran yang diberikann...

Bolehkah Meyakini Bahwa Non Muslim Adalah Kafir

HARUSKAH MEYAKINI NON MUSLIM KAFIR...? . Meyakini non muslim kafir adalah ajaran Islam, jadi tidak mungkin orang yang berakal dan beragama menganggapnya sebagai intoleran. Intoleran itu apabila kita berbuat zalim kepada mereka, adapun meyakini serta mengamalkan ajaran Islam tentu bukan suatu kezaliman sedikit pun. Bahkan Allah ta'ala menamakan satu surat "Al-Kafirun" dan Allah ta'ala perintahkan Nabi shallallaahu'alaihi wa sallam untuk menyatakannya di depan semua non muslim, yaitu semua orang yang menyembah selain-Nya, قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ، لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ، وَلَآ أَن...