Skip to main content

Lodeh Tahu Tetelan • Marimasak

Prepare masak untuk siang ini menunya sayur lodeh aja..isinyapun bahan-bahan yang ada dikulkas saja sengaja supaya stok bahan dikulkas cepet habis..pas saya buka frezer masih nemuin sedikit tetelan sapi tuh..lumayan ah dicampurin ke sayur lodeh ini saja supaya makin sedep. Cuz masak dan jadilah sayur lodeh 4T judulnya..iya 4T (Tahu,Tempe,Tetelan dannTerong)..

Hhehee..yang penting enak 👍😀
.
.
.
Lodeh 4T (Tahu,Tempe,Tetelan,Terong)

Bahan-bahan ::
2 Buah Tahu (Iris dadu,Digoreng)
1/2 Papan Tempe (Iris Dadu)
2 Buah Terong (Kupas,Iris Dadu besar)
300 gr Tetelan Sapi (Direbus,Iris)
6 Cabe Hijau (Iris Serong)
Secukupnya Kecambah Ale
700 ml Air Rebusan Tetelan (Disaring)
700 ml Santan (Kental/encer,opsional)
50 ml Minyak Goreng
Bumbu Halus ::
6 Siung Bawang Putih
5 Siung Bawang Merah
2 Cabe Merah
5 Cabe Rawit (Opsional)
3 cm Kunyit
4 cm Jahe
1 sdt Ketumbar
Bumbu Rempah ::
1 Batang Sereh (Dimemarkan,ikat)
5 cm Lengkuas (Dimemarkan)
3 Lembar Daun Jeruk Purut
Bumbu Pelengkap ::
1 sdt Kaldu Bubuk Sapi
Penyedap Rasa Secukupnya
Garam Secukupnya
Gula Pasir Secukupnya
Pelengkap ::
Bawang Goreng

Langkah-langkah ::
Panaskan minyak goreng,tumis bumbu halus dan bumbu rempah hingga harum. Masukkan irisan tetelan dan air rebusannya,masak hingga mendidih dan masukkan irisan tahu goreng dan tempe,beri bumbu pelengkapnya,aduk rata dan masak hingga mendidih. Tuang santan,masukkan irisan terong,irisan cabe hijau dan kecambah ale..aduk terus agar santan tidak pecah,masak hingga mendidih dan matang. Lodeh 4T alias lodeh tahu tempe tetelan dan terong ala bunda siap disajikan..jangan lupa taburi dengan bawang goreng ya..👍😀
.
.
.

Comments

Popular posts from this blog

Larangan Mensholatkan Orang Munafik

"Ketika Abdullah bin Ubay meninggal dunia. anak laki-lakinya -yaitu Abdulah bin Abdullah- datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya memohon kepada beIiau agar sudi memberikan baju beliau kepada Abdullah untuk kain kafan ayahnya, Abdullah bin Ubay bin Salul. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberikan bajunya kepada Abdullah. setelah itu, Abdullah juga memohon Rasulullah agar beliau berkenan menshalati jenazah ayahnya. Kemudian Rasulullah pun bersiap-siap untuk menshalati jenazah Abdullah bin Ubay, hingga akhirnya Umar berdiri dan menarik baju Rasulullah seraya berkata, "Ya Rasulullah, apakah engkau akan menshalati jenazah Abdullah bin Ubay sedangkan Allah telah melarang untuk menshalatinya?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan pilihan kepadaku." Lalu beliau membacakan ayat yang berbunyi; "Kamu memohonkan ampun bagi orang-orang mu...

Tehnik Penjajah Yang Diadopsi

Membuat aturan (Ordonansi/undang-undang) penceramah atau guru agama Islam adalah salah satu nasehat Snouck Hurgronje terhadap pemerintah Hindia Belanda untuk mengendalikan sistem pendidikan Islam di Indonesia. Pendidikan Islam dianggap penting karena dikhawatirkan melahirkan generasi-generasi pemimpin Islam yang terdidik dan umunya anti penjajah. Dengan asumsi tersebut, pendidikan Islam dinilai sebagai ancaman keberlangsungan misi penjajahan & pengkristenan Nusantara. Ordonansi ustadz pertama kali dikeluarkan pada 1905 mewajibkan setiap ustadz (guru Agama Islam) untuk meminta dan memperoleh izin terlebih dahulu, sebelum melaksanakan tugasnya. Ordonansi guru pada 1905 ini, dinyatakan berlaku untuk Jawa Madura kecuali Yogyakarta dan Surakarta. Isi dari ordonansi ini di antaranya: 1. Seorang ustadz baru boleh mengajar bila sudah mendapat izin dari Bupati. 2. Izin tersebut baru diberikan bila ustadz tersebut jelas-jelas bisa dinilai sebagai orang baik, dan pelajaran yang diberikann...

Bolehkah Meyakini Bahwa Non Muslim Adalah Kafir

HARUSKAH MEYAKINI NON MUSLIM KAFIR...? . Meyakini non muslim kafir adalah ajaran Islam, jadi tidak mungkin orang yang berakal dan beragama menganggapnya sebagai intoleran. Intoleran itu apabila kita berbuat zalim kepada mereka, adapun meyakini serta mengamalkan ajaran Islam tentu bukan suatu kezaliman sedikit pun. Bahkan Allah ta'ala menamakan satu surat "Al-Kafirun" dan Allah ta'ala perintahkan Nabi shallallaahu'alaihi wa sallam untuk menyatakannya di depan semua non muslim, yaitu semua orang yang menyembah selain-Nya, قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ، لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ، وَلَآ أَن...