Skip to main content

Pesan Rais A'am NU KH Ma'ruf Amin • Fatwa NU

Rais ‘Aam Paparkan Tiga Gagasan Ukhuwah NU di Taiwan
.
Taipei, NU Online
Rais ‘Aam Nahdlatul Ulama KH Ma’ruf Amin memaparkan, NU merupakan organisasi organisasi Islam terbesar di Indonesia dan terbesar di dunia. Karena jumlahnya besar, maka punya tanggung jawab besar dalam tatanan kehidupan bernegara.
.
“Tanggung jawab kami yang kami pikul adalah bagaimana menjaga bangsa kami yang majemuk,” ujar Kiai Ma’ruf saat meresmikan NU Economic and Trade Office (NETO) atau Kantor Dagang dan Ekonomi NU, Senin (22/1) di Taipei, Taiwan.
.
Indonesia, terangnya, terdiri dari 700 lebih suku bangsa, 6 agama, dan di dalam agama Islam sendiri ada lebih dari 70 organisasi Islam. Untuk menjaga keutuhan ini, maka perlu dibangun toleransi dan semangat kebersamaan satu dengan yang lain.
.
“NU mencanangkan 3 prinsip untuk mewujudkan kebersamaan tersebut, yaitu ukhuwah Islmiyah, ukhuwah basyariyah, dan ukhuwah wathoniyah yang digagas oleh KH Achmad Siddiq Jember,” jelas Kiai Ma’ruf di hadapan para pegiat ekonomi di Taiwan.
.
Ukuhwah islamiyah, jelasnya, adalah persaudaraan, umat Islam supaya ada prinsip toleransi di antara umat Islam sehingga tercipta perdamian antar sesama Muslim lintas organisasi.
.
“Di Indonesia melalui prinsip ukuwah Islamiyah ini, meski ada 70 organisasi tetap utuh sampai sekarang. Ini merupakan wujud ukhuwah Islamiyah yang dicanangkan oleh NU,” ungkapnya.
.
Kemudian, sambungnya, ukhuwah wathoniyah merupakan persaudaraan antarsuku, bangsa, etnis, dan ras sehingga terwujud perdamaian. Karena itu, menurutnya, meski bangsa Indonesia penuh dengan kemajemukan, tetapi tetap utuh sampai saat ini karena ada ukuwah wathoniyah.
.
Lalu, papar Kiai Ma’ruf, ada ukhuwah basyariyah atau insaniyah, ukhuwah seluruh bangsa di dunia. Walaupun berbeda agama, negara, etnis, tetapi persaudaraan harus tetap terjalin dalam pergaulan antarbangsa dan antarmanusia di dunia.
.
“Di dalam prinsip ukhuwah basyariyah ini akan terbangun yaitu perilaku yang kami sebut dengan saling mencintai satu sama lain, mawaddah wa rahmah. Tidak ada permusuhan dan tidak ada kebencian, semua bangsa di dunia ini saling mencintai dan menyayangi,” tandasnya. (Fathoni)
.

Comments

Popular posts from this blog

Larangan Mensholatkan Orang Munafik

"Ketika Abdullah bin Ubay meninggal dunia. anak laki-lakinya -yaitu Abdulah bin Abdullah- datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya memohon kepada beIiau agar sudi memberikan baju beliau kepada Abdullah untuk kain kafan ayahnya, Abdullah bin Ubay bin Salul. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberikan bajunya kepada Abdullah. setelah itu, Abdullah juga memohon Rasulullah agar beliau berkenan menshalati jenazah ayahnya. Kemudian Rasulullah pun bersiap-siap untuk menshalati jenazah Abdullah bin Ubay, hingga akhirnya Umar berdiri dan menarik baju Rasulullah seraya berkata, "Ya Rasulullah, apakah engkau akan menshalati jenazah Abdullah bin Ubay sedangkan Allah telah melarang untuk menshalatinya?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan pilihan kepadaku." Lalu beliau membacakan ayat yang berbunyi; "Kamu memohonkan ampun bagi orang-orang mu...

Tehnik Penjajah Yang Diadopsi

Membuat aturan (Ordonansi/undang-undang) penceramah atau guru agama Islam adalah salah satu nasehat Snouck Hurgronje terhadap pemerintah Hindia Belanda untuk mengendalikan sistem pendidikan Islam di Indonesia. Pendidikan Islam dianggap penting karena dikhawatirkan melahirkan generasi-generasi pemimpin Islam yang terdidik dan umunya anti penjajah. Dengan asumsi tersebut, pendidikan Islam dinilai sebagai ancaman keberlangsungan misi penjajahan & pengkristenan Nusantara. Ordonansi ustadz pertama kali dikeluarkan pada 1905 mewajibkan setiap ustadz (guru Agama Islam) untuk meminta dan memperoleh izin terlebih dahulu, sebelum melaksanakan tugasnya. Ordonansi guru pada 1905 ini, dinyatakan berlaku untuk Jawa Madura kecuali Yogyakarta dan Surakarta. Isi dari ordonansi ini di antaranya: 1. Seorang ustadz baru boleh mengajar bila sudah mendapat izin dari Bupati. 2. Izin tersebut baru diberikan bila ustadz tersebut jelas-jelas bisa dinilai sebagai orang baik, dan pelajaran yang diberikann...

Bolehkah Meyakini Bahwa Non Muslim Adalah Kafir

HARUSKAH MEYAKINI NON MUSLIM KAFIR...? . Meyakini non muslim kafir adalah ajaran Islam, jadi tidak mungkin orang yang berakal dan beragama menganggapnya sebagai intoleran. Intoleran itu apabila kita berbuat zalim kepada mereka, adapun meyakini serta mengamalkan ajaran Islam tentu bukan suatu kezaliman sedikit pun. Bahkan Allah ta'ala menamakan satu surat "Al-Kafirun" dan Allah ta'ala perintahkan Nabi shallallaahu'alaihi wa sallam untuk menyatakannya di depan semua non muslim, yaitu semua orang yang menyembah selain-Nya, قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ، لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ، وَلَآ أَن...