Skip to main content

Resep Lapis Legit Prunes Roll • Marimasak

Lapis Legit Prunes Roll

Bahan A: 
425gr kutel
175gr gula halus
Vanili secukupnya

Bahan B: 
350gr mentega (atau bisa 200gr mentega +150gr margarin) 
2 sdm SKM 
1/4sdt bumbu spekoek ( boleh diskip ) 
Bahan C:
10gr susu bubuk (ayak)
35gr tepung terigu kunci (ayak)

Bahan polesan: 
SKM secukupnya
Atau bisa menggunakan selai menurut selera 
Cara membuat: 
1. Mixer mentega bahan B sampai putih & mengembang. Lalu masukkan SKM + spekoek (bila pakai). Aduk hingga rata. Sisihkan.
2. Mixer bahan A sampai putih, kental & mengembang. 
3. Turunkan mixer ke speed 1, lalu masukkan bahan B hingga rata. Matikan mixer.
4. Masukkan bahan C , aduk balik menggunakan spatula hingga rata. 
5. Siapkan loyang sz20 yg sudah dialasi kertas roti & dioles margarin. Tuang 6sdm adonan ratakan. Oven dgn api atas bawah suhu 250^C selama 5mnt hingga kecoklatan rata. 
6. Keluarkan dr oven, tekan perlahan menggunakan penekan lapis legit. 
7. Lalu tuangkan lagi 6 sdm adonan, ratakan. Panggang kembali dgn menggunakan api atas hingga kecoklatan rata. 
8. Setiap 3 lapis beri buah prunes. Lakukan sampai adonan habis. 
9. Lapisan terakhir , panggang lagi dgn menggunakan api atas bawah sekitar 5mnt hingga kecoklatan rata. 
10. Angkat, dan keluarkan dr loyang. Oles SKM secukupnya untuk perekat, lalu gulung . 
Selamat mencoba ❤

Nb. Suhu disesuaikan dgn oven masing2 ya. .

Comments

Popular posts from this blog

Larangan Mensholatkan Orang Munafik

"Ketika Abdullah bin Ubay meninggal dunia. anak laki-lakinya -yaitu Abdulah bin Abdullah- datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya memohon kepada beIiau agar sudi memberikan baju beliau kepada Abdullah untuk kain kafan ayahnya, Abdullah bin Ubay bin Salul. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberikan bajunya kepada Abdullah. setelah itu, Abdullah juga memohon Rasulullah agar beliau berkenan menshalati jenazah ayahnya. Kemudian Rasulullah pun bersiap-siap untuk menshalati jenazah Abdullah bin Ubay, hingga akhirnya Umar berdiri dan menarik baju Rasulullah seraya berkata, "Ya Rasulullah, apakah engkau akan menshalati jenazah Abdullah bin Ubay sedangkan Allah telah melarang untuk menshalatinya?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan pilihan kepadaku." Lalu beliau membacakan ayat yang berbunyi; "Kamu memohonkan ampun bagi orang-orang mu...

Tehnik Penjajah Yang Diadopsi

Membuat aturan (Ordonansi/undang-undang) penceramah atau guru agama Islam adalah salah satu nasehat Snouck Hurgronje terhadap pemerintah Hindia Belanda untuk mengendalikan sistem pendidikan Islam di Indonesia. Pendidikan Islam dianggap penting karena dikhawatirkan melahirkan generasi-generasi pemimpin Islam yang terdidik dan umunya anti penjajah. Dengan asumsi tersebut, pendidikan Islam dinilai sebagai ancaman keberlangsungan misi penjajahan & pengkristenan Nusantara. Ordonansi ustadz pertama kali dikeluarkan pada 1905 mewajibkan setiap ustadz (guru Agama Islam) untuk meminta dan memperoleh izin terlebih dahulu, sebelum melaksanakan tugasnya. Ordonansi guru pada 1905 ini, dinyatakan berlaku untuk Jawa Madura kecuali Yogyakarta dan Surakarta. Isi dari ordonansi ini di antaranya: 1. Seorang ustadz baru boleh mengajar bila sudah mendapat izin dari Bupati. 2. Izin tersebut baru diberikan bila ustadz tersebut jelas-jelas bisa dinilai sebagai orang baik, dan pelajaran yang diberikann...

Bolehkah Meyakini Bahwa Non Muslim Adalah Kafir

HARUSKAH MEYAKINI NON MUSLIM KAFIR...? . Meyakini non muslim kafir adalah ajaran Islam, jadi tidak mungkin orang yang berakal dan beragama menganggapnya sebagai intoleran. Intoleran itu apabila kita berbuat zalim kepada mereka, adapun meyakini serta mengamalkan ajaran Islam tentu bukan suatu kezaliman sedikit pun. Bahkan Allah ta'ala menamakan satu surat "Al-Kafirun" dan Allah ta'ala perintahkan Nabi shallallaahu'alaihi wa sallam untuk menyatakannya di depan semua non muslim, yaitu semua orang yang menyembah selain-Nya, قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ، لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ، وَلَآ أَن...