Skip to main content

Berhentilah Ikut Hijab Modeling



Bismillaah.. Alila coba jawab pertanyaan diatas ya dear 😊
.
Mungkin anak muda jaman sekarang ingiin sekali ikut ajang bergengsi, perlombaan hijab modelling. Kontes ini itu, agar dinobatkan sebagai miss-miss tertentu.
.
Dear, setau Alila, ajang hijab modelling itu jarang sekali yang syari. Bahkan Alila belum pernah memukan yg syari. Meskipun berhijab, tapi tetap ada persyaratan fisik, tak lepas dari punuk unta dan tabarruj, Jalan berlenggak lenggok di cat-walk dengan bangganya. Ditonton oleh siapa saja, Laki2 dan wanita dalam satu tempat tak berbatas. Padahal, kalau kita pahami, itu termasuk ikhtilat. 😔
.
kecantikan dan kecerdasan adalah bagian penting yang harus dimiliki Muslimah. Yaitu kecantikan akhlak dan hati, serta kecerdasan intelektual dan emosi. Yang semuanya itu berdasarkan syariat Islam.
.
Bagaimana dengan kecantikan fisik? apakah menjadi hal yang penting?
Sebagaimana Ilmu melahirkan perilaku, maka muslimah yang cerdas cenderung memperhatikan kesehatan rohani dan jasmaninya. Islam itu mencintai kebersihan, maka Pasti ia pun mempedulikan kebersihan dan kerapihan penampilannya.
Apakah yang hitam itu artinya jelek? Dan yang gendut tidak bisa dibilang cantik?
Apakah yang terkenal itu pasti sukses dan yang tak dikenal itu buruk?
Tentu bukan begitu, maka fisik dan prestasi duniawi tidak menjadi standar kita menilai seorang muslimah.
Penjelasan lebih lengkapnya silakan baca di buku @wanitaberkarirsurga 😊
.
Maka menurut Alila, itu semua tak perlu diperlombakan dan dipamerkan. Apalagi jika tujuan kita hanya sebuah gelar, atau ingin tenar. Terlebih, akhlak wanita muslimah adalah rasa malunya, maka kalaupun ingin mengukir prestasi haruslah dengan cara yg mulia, yang tak melanggar syariat-Nya.
.
Dear, standar kebahagiaan muslimah adalah ridho Allah. Bukan perhatian manusia atau segala kegemilangan dunia. Jadi, ubah orientasi hidupmu ya! Dari yang bukan karena Allah (ex : perhatian, uang,eksistensi), menjadi karena Allah semata 😇
#IslamMemuliakanku

Comments

Popular posts from this blog

Larangan Mensholatkan Orang Munafik

"Ketika Abdullah bin Ubay meninggal dunia. anak laki-lakinya -yaitu Abdulah bin Abdullah- datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya memohon kepada beIiau agar sudi memberikan baju beliau kepada Abdullah untuk kain kafan ayahnya, Abdullah bin Ubay bin Salul. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberikan bajunya kepada Abdullah. setelah itu, Abdullah juga memohon Rasulullah agar beliau berkenan menshalati jenazah ayahnya. Kemudian Rasulullah pun bersiap-siap untuk menshalati jenazah Abdullah bin Ubay, hingga akhirnya Umar berdiri dan menarik baju Rasulullah seraya berkata, "Ya Rasulullah, apakah engkau akan menshalati jenazah Abdullah bin Ubay sedangkan Allah telah melarang untuk menshalatinya?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan pilihan kepadaku." Lalu beliau membacakan ayat yang berbunyi; "Kamu memohonkan ampun bagi orang-orang mu...

Tehnik Penjajah Yang Diadopsi

Membuat aturan (Ordonansi/undang-undang) penceramah atau guru agama Islam adalah salah satu nasehat Snouck Hurgronje terhadap pemerintah Hindia Belanda untuk mengendalikan sistem pendidikan Islam di Indonesia. Pendidikan Islam dianggap penting karena dikhawatirkan melahirkan generasi-generasi pemimpin Islam yang terdidik dan umunya anti penjajah. Dengan asumsi tersebut, pendidikan Islam dinilai sebagai ancaman keberlangsungan misi penjajahan & pengkristenan Nusantara. Ordonansi ustadz pertama kali dikeluarkan pada 1905 mewajibkan setiap ustadz (guru Agama Islam) untuk meminta dan memperoleh izin terlebih dahulu, sebelum melaksanakan tugasnya. Ordonansi guru pada 1905 ini, dinyatakan berlaku untuk Jawa Madura kecuali Yogyakarta dan Surakarta. Isi dari ordonansi ini di antaranya: 1. Seorang ustadz baru boleh mengajar bila sudah mendapat izin dari Bupati. 2. Izin tersebut baru diberikan bila ustadz tersebut jelas-jelas bisa dinilai sebagai orang baik, dan pelajaran yang diberikann...

Bolehkah Meyakini Bahwa Non Muslim Adalah Kafir

HARUSKAH MEYAKINI NON MUSLIM KAFIR...? . Meyakini non muslim kafir adalah ajaran Islam, jadi tidak mungkin orang yang berakal dan beragama menganggapnya sebagai intoleran. Intoleran itu apabila kita berbuat zalim kepada mereka, adapun meyakini serta mengamalkan ajaran Islam tentu bukan suatu kezaliman sedikit pun. Bahkan Allah ta'ala menamakan satu surat "Al-Kafirun" dan Allah ta'ala perintahkan Nabi shallallaahu'alaihi wa sallam untuk menyatakannya di depan semua non muslim, yaitu semua orang yang menyembah selain-Nya, قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ، لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ، وَلَآ أَن...