Skip to main content

Cara Memancing Budak Dunia Sholat Subuh Di Masjid

Bagaimana seandainya di semua masjid subuh ini diumumkan keras-keras lewat speaker luar, "HADIAH 5 juta BAGI SEMUA JAMA’AH" ?

Tentulah manusia akan berbondong2 mendatangi masjid. Yang biasanya masih ngiler, matanya langsung hijau. Yang biasanya meringkuk di bawah selimut langsung tergopoh2 berlarian ke masjid.

Semua orang berebut tempat. Jamaah meluber! Setiap rumah mengerahkan semua anggotanya. Makin banyak keluarga yang datang, makin banyak dapat hadiah.

Mengapa? Karena hadiah uang 5 juta itu sangat menggiurkan! Uang 5 juta gitu loh, bisa buat tambahan belanjaan, bisa buat saku liburan kan?

Ya... 5 juta itu tampak oleh mata mereka yang ahli dalam urusan dunia. Maka demikianlah bagi orang mukmin, janji Allah juga sangat nyata di depan matanya.

Seandainya pahala sholat subuh terlihat oleh mata, semua orang pasti berebut tempatnya di dalam masjid.

Rasulullah sendiri menyampaikan dengan lisannya yang tidak pernah dusta, "Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (Riwayat Imam Muslim)

Ternyata meski hanya dua rakaat dan dikerjakan dengan ringan, shalat fajar mengandung keutamaan luar biasa istimewa.

Hanya dengan mengerjakan dua rakaat, seorang hamba telah mencatatkan keutamaan di waktu subuh yang nilainya melebihi dunia dan seisinya.

DUNIA DAN SEISINYA tentu tak bisa dibandingkan dengan RP 5 JUTA. Dunia dan seisinya adalah termasuk gunung, lembah, sawah, tambang emas, minyak, lautan, daratan, semua Properti yang berdiri di atasnya.

Hanya dengan shalat fajar, dunia dan seisinya seolah-olah tak bernilai apa-apa.

Masya Allah

Comments

Popular posts from this blog

Larangan Mensholatkan Orang Munafik

"Ketika Abdullah bin Ubay meninggal dunia. anak laki-lakinya -yaitu Abdulah bin Abdullah- datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya memohon kepada beIiau agar sudi memberikan baju beliau kepada Abdullah untuk kain kafan ayahnya, Abdullah bin Ubay bin Salul. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberikan bajunya kepada Abdullah. setelah itu, Abdullah juga memohon Rasulullah agar beliau berkenan menshalati jenazah ayahnya. Kemudian Rasulullah pun bersiap-siap untuk menshalati jenazah Abdullah bin Ubay, hingga akhirnya Umar berdiri dan menarik baju Rasulullah seraya berkata, "Ya Rasulullah, apakah engkau akan menshalati jenazah Abdullah bin Ubay sedangkan Allah telah melarang untuk menshalatinya?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan pilihan kepadaku." Lalu beliau membacakan ayat yang berbunyi; "Kamu memohonkan ampun bagi orang-orang mu...

Tehnik Penjajah Yang Diadopsi

Membuat aturan (Ordonansi/undang-undang) penceramah atau guru agama Islam adalah salah satu nasehat Snouck Hurgronje terhadap pemerintah Hindia Belanda untuk mengendalikan sistem pendidikan Islam di Indonesia. Pendidikan Islam dianggap penting karena dikhawatirkan melahirkan generasi-generasi pemimpin Islam yang terdidik dan umunya anti penjajah. Dengan asumsi tersebut, pendidikan Islam dinilai sebagai ancaman keberlangsungan misi penjajahan & pengkristenan Nusantara. Ordonansi ustadz pertama kali dikeluarkan pada 1905 mewajibkan setiap ustadz (guru Agama Islam) untuk meminta dan memperoleh izin terlebih dahulu, sebelum melaksanakan tugasnya. Ordonansi guru pada 1905 ini, dinyatakan berlaku untuk Jawa Madura kecuali Yogyakarta dan Surakarta. Isi dari ordonansi ini di antaranya: 1. Seorang ustadz baru boleh mengajar bila sudah mendapat izin dari Bupati. 2. Izin tersebut baru diberikan bila ustadz tersebut jelas-jelas bisa dinilai sebagai orang baik, dan pelajaran yang diberikann...

Bolehkah Meyakini Bahwa Non Muslim Adalah Kafir

HARUSKAH MEYAKINI NON MUSLIM KAFIR...? . Meyakini non muslim kafir adalah ajaran Islam, jadi tidak mungkin orang yang berakal dan beragama menganggapnya sebagai intoleran. Intoleran itu apabila kita berbuat zalim kepada mereka, adapun meyakini serta mengamalkan ajaran Islam tentu bukan suatu kezaliman sedikit pun. Bahkan Allah ta'ala menamakan satu surat "Al-Kafirun" dan Allah ta'ala perintahkan Nabi shallallaahu'alaihi wa sallam untuk menyatakannya di depan semua non muslim, yaitu semua orang yang menyembah selain-Nya, قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ، لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ، وَلَآ أَن...